Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal, terutama pola hidup sehari-hari, dan satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan menyesuaikan diri. “Semua tahu, kita sedang dan akan menghadapi masa-masa sulit dalam beberapa bulan ke depan. Tetapi, bukan berarti kita tak bisa berbuat apa-apa. Dalam kondisi uncertainty inilah kemampuan adaptif sangat kita butuhkan Covid-19 membuat semua orang harus keluar dari zona nyaman. “Satu-satunya cara untuk benar-benar belajar dan tumbuh sebagai individu, mau itu murid atau orang dewasa adalah untuk keluar dari zona nyaman kita. Di situlah level pembelajaran paling optimal,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Keluarnya semua orang dari zona nyaman masing-masing bakal melatih karakter adaptif, inovatif, dan kreatif komunitas pendidikan.

Sama halnya dengan anak-anak Teknik Informatika SMKN 1 Kertajati ini mereka berinovasi mencoba membuat sebuah hasil karya yang dapat dipergunakan dalam situasi pandemic seperti sekarang ini, mereka membuat sebuah handsanitizer otomatis dimana setiap pengguna tidak perlu lagi menekan botol handsanitizer nya karena cairannya akan keluar secara otomatis ketika tangan kita di dekatkan kearah tempat keluatnya cairan pembersih tersebut. Diki Gusrianto Sutardi selaku Kaprodi Teknik Informatika SMKN 1 Kertajati sekaligus sebagai guru pembimbing dalam pembuatan karya siswa ini menegaskan bahwa Inovasi yang mereka buat sekarang adalah sebuah langkah awal dari inovasi – inovasi selanjutnya yang akan di kembangkan di SMKN 1 Kertajati khususnya di Jurusan Teknik Informatika beliau juga menegaskan bahwa seperti inilah tuntutan anak SMK sekarang mereka minimalnya harus dapat membuat sebuah produk dimana produk tersebut dapat bermanfaat bagi orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published.